Diculik Alien – Bagian 1

“Albert, ” Donny menempelkan tangannya pada dahi pria kurus disampingnya. “Kau baik-baik saja?” tanyanya.

Mata coklat Albert sedikit bergetar, pandangannya kembali memfokus perlahan-lahan. Kemudian dia tersentak, seperti baru saja di bangunkan dari tidur yang lelap.

“Kamu baik-baik saja?” tanya Donny kembali sambil menyondongkan wajahnya kedepan wajah Albert yang sedang terperangah.

Albert yang baru sadar bahwa Donny tengah memperhatikannya, mendorong wajah temannya itu menjauh darinya lalu mengembangan senyum lebar ketika Donny terpelosok jatuh ke lantai kelas. Serentak, seluruh murid yang sedang serius menorehkan tinta di atas kertas ulangan mereka, memekikan tawa yang menggema hingga kelorong-lorong kelas .

“Hahaha… kamu kenapa gendut?” Richard si pengganggu tiba-tiba mencibir Donny. Donny tidak menjawab, dan menampilkan wajah marah pada Albert yang berubah diam.

“Aku tidak sengaja, Maaf.” kata Albert yang langsung menyodorkan tangannya pada Donny.

Di tengah keributan, suara Ibu Reynolds yang melengking tiba-tiba menginterupsi. “Diam!” teriaknya. “Semuanya, apa yang terjadi?” Dia kemudian mengecek seluruh murid yang dengan segera kembali pada posisi serius mereka, dan untung saja, Albert dan Donny juga.

Albert menundukan wajahnya di balik bahu lebar Richard sehingga menghalangi posisinya sepenuhnya dari pengawasan Ibu Reynolds.

“Maaf,” bisik Albert sambil menatap pipi gembul Donny yang memerah. “Aku tahu kamu marah, tapi.”

“Sudahlah,” potong Donny, “Aku tidak jadi marah padamu.” katanya tanpa berusaha memandang wajah Albert.

“Okay, lalu, o iya,” Albert kemudian kembali meratakan pundaknya dan mengembalikan posisi duduknya pada posisi yang semula. “Aku akan menceritakan hal ini padamu, tapi kamu harus janji jangan memberitahukannya pada siapapun.”

Kedua alis Donny tampak bertautan, menandakannya penasaran. Namun wajahnya masih tetap tidak berpindah dari hadapan kertas ulangan yang nyaris kosong belum terisi.

“Apa itu?” tanya Donny nyaris tidak membuka mulut.

“Em, kamu percaya Alien?” Albert tampak gusar dengan perkataannya yang tidak masuk akal barusan. “Em…” dia tidak tampak yakin akan mengatakannya. Dirinya pun terdiam cukup lama untuk menyusun kata-kata yang tepat.

Donny kini terlihat cukup gusar, dia tak sabar untuk menunggu Albert menyelesaikan perkataannya. “Apa?” paksanya dengan sedikit geraman yang tertahan.

“Okay,” bisik Albert menenangkan, “Aku diculik Alien.”

Mata Donny kini terbelalak dan cukup lebar untuk menakuti seorang anak kecil.

“Ya,” kata Albert untuk meyakinkan temannya yang kini tampak kaget dan tidak percaya. “Tadi malam.” lanjutnya.

“Albert! Donny! apakah kalian sudah menyelesaikannya?” Tiba-tiba suara melengking itu menginterupsi lagi. Dan seketika itu juga mereka berdua kembali menghadap kertas ulangan mereka.

Sambil mencuri-curi, Donny berusaha menatap wajah Albert seperti akan menyampaikan “Yang benar saja.”. Dan Albert pun membalasnya seakan mengerti maksud dari tatapan itu, dengan tatapan yang menegaskan bahwa “Ya, Aku serius.”

***

Bel berbunyi, menandakan waktu ulangan mereka telah selesai. Beberapa anak termasuk Richard si Pengganggu terlihat sibuk dan gugup karena belum menjawab seluruh pertanyaan pada kertas ulangan mereka. Sedangkan Donny dan Albert, yang ternyata adalah murid berprestasi di kelas, tampak santai berjalan melewati deretan kursi yang sedang terburu-buru menyalin jawaban teman mereka secara terang-terangan.

Ibu Reynolds yang tampaknya tidak peduli dengan keadaan salin-menyalin tersebut berteriak mengatasi seluruh riuh yang mengisi ruangan kelas tersebut “Sudah waktunya anak-anak!”. Kemudian beridri dan menyambar kedua kertas ulangan milik Albert dan Donny yang belum mencapai meja gurunya. “Sudah waktunya ku bilang!” ketika dirinya kini berdiri didepan kursi Richard dan mendorong kepalanya.

Richard menengadahkan mukanya ke atas dengan seyum yang canggung. Sedetik kemudian Ibu Reynold pun menyambar kertas ulangan miliknya dan si kutu buku Harry.

Sebelum membereskan peralatan tulisnya, Richard menoleh kebelakang, ternyata dua orang jenius di sekolahnya telah menghilang bahkan sebelum anak-anak yang lain menyadarinya.

Lanjut ke Bagian 2

About Rian Tuanakotta
I have passion to build my hometown

One Response to Diculik Alien – Bagian 1

  1. Pingback: Diculik Alien – Bagian 2 « Rian Tuanakotta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: