Does God Exist? – bagian 1

Mungkin pertanyaan tersebut adalah pertanyaan paling konyol yang saya lontarkan selama hidup saya. Tetapi yang anda harus tahu adalah pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan paling berpengaruh bagi kehidup manusia. Sesuatu yang sangat kontroversial menurut saya, dan bagi banyak orang merupakan hal tabu yang sangat dihindari. Sebagai seseorang yang berpikir, saya rasa hal itu adalah wajar-wajar saja bila saya menanyakan suatu hal yang berhubungan dengan kepercayaan saya. Tetapi mengesekusi pertanyaan saya adalah hal yang luar biasa. Dan ada dua jawaban mutlak dari pertanyaan saya diatas. ya dan tidak. Kebanyakan orang di dunia pasti menjawab ya dengan lantang, sebagian dengan setengah hati, tetapi sedikit yang mengatakan sebaliknya.

Saat saya berumur kurang lebih tiga belas tahun, saya belajar cabang ilmu sosial yang bernama sejarah. Hal pertama yang dibahasnya itu adalah tentang evolusi manusia. Kenapa evolusi? saya juga tidak tahu. Sebelum belajar mengenai evolusi saya tahu tentang apa yang disebut dengan makhluk hidup dan ekosistem. Semuanya adalah bagian kehidupan yang mempengaruhi satu sama lain untuk kelangsungan masing-masing. Dari bekal tersebut, saya akhirnya tertarik untuk mengerti apa itu kehidupan dan apa itu kelangsungan hidup. Hal tersebut membuat saya benar-benar pusing. kenapa ada evolusi kalau sebenarnya Tuhan lah yang menciptkan manusia. Dan hal itu menganggu saya selama beberapa tahun terakhir.

Pada satu titik dimana seseorang mengalami kedewasaan dalam berpikir mereka akan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk kondisi mereka baik fisik maupun mental. Dan hal itu terjadi pada saya, lama kelamaan saya mulai membedakan Tuhan dan ilmu pengetahuan karena menurut saya keduanya adalah hal penting yang saya harus miliki dan yang saya harus pegang. Saya tidak bisa meninggalkan salah satunya hanya karena salah satunya mendekati fakta pada saat ini. Saya pun lama kelamaan mengerti kenapa ada ilmu pengetahuan dan kenapa konsep tentang Tuhan juga, pada saat yang bersamaan.
Sebelumnya kita akan kembali ke saat remaja saya. Suatu saat saya sedang berada didalam perpustakaan sekolah, yang mana adalah tempat favorit saya. saat itu saya memegang sebuah ensiklopedia mengenai aerodinamika. Saya tidak seperti kebanyakan teman saya yang menghabiskan waktu istirahatnya di belakang gedung sekolah sambil melakukan hal-hal yang dilarang dalam peraturan sekolah, sesekali mungkin pernah. Tetapi saya lebih senang memuaskan rasa ingin tahu saya pada buku-buku yang tersedia di perpustakaan. Saat itu ketika melewati sebuah bilik buku, saya melihat sebuah poster yang bergambarkan seorang manusia purba, yang pada waktu itu sedang dibahas dalam pelajaran sejarah di tingkat pendidikan saya. Kemudian saya mulai membaca baris paling atas dari tulisan yang menjelaskan gambar poster tersebut. Kira-kira bunyinya seperti ini “Kenapa ada teknologi? Karena manusia berusaha untuk

mempermudah pekerjaannya.” Lalu saya melanjutkan ke baris berikutnya hingga yang terakhir yang berbunyi demikan, “Kenapa ada kepercayaan? Karena manusia ingin tahu dari mana mereka berasal.” Pada saat itu, saya belum benar-benar mengerti maksud dari pertanyaan tersebut karena saya belum memahami ide tentang keingintahuan manusia yang disebut ilmu pengetahuan. Saya kembali ke kelas dan mencoba membaca kembali mengenai manusia purba, karena poster tadi membuat saya sedikit penasaran. Saya menemukan tentang beberapa pertanyaan dan jawaban tadi dalam topik manusia purba yang ada di dalam buku pelajaran. Mulai dari teknologi pertama yang digunakan manusia, pemerintahan pertama yang dicipakan manusia, hingga kepercayaan akan adanya

pencipta. Lama kelamaan saya mulai paham “Kenapa ada teknologi?” karena manusia purba berpikir bahwa dengan sebuah pecahan batu yang tajam dapat membantu mereka menusuk dan menguliti sebuah mangsa dalam perburuan. Teknologi ada karena kebutuhan untuk kemudahan, suatu hal yang membuat segala sesuatu menjadi instan yang hingga saat ini masih berkembang. Lalu manusia menciptakan hal lainnya, seperti yang ada dalam poster itu, dan saya mulai mengerti kenapa gambarnya harus seorang manusia purba. Saya kemudian menemukan hal-hal menarik lainnya tentang penemuan manusia yang bukan hanya mengenai hal fisik tetapi juga hal yang tidak kelihatan seperti pemerintahan. Pada akhirnya, saya sampai di baris terakhir, “Kenapa ada kepercayaan?” dan jawaban yang masuk akal pada tulisan selanjutnya membuat saya sangat bingung pada usia saya. Kenapa ada kepercayaan? tentu saja kepercayaan yang dimaksud disini adalah agama. Dan saya belum pernah memikirkan hal ini sebelumnya. Kenapa manusia harus menanyakan hal-hal seperti ini? akhirnya saya gelisah.

Saya terbiasa berjalan kaki untuk pulang ke rumah. Rumah dan sekolah saya cukup jauh namun hal itu sudah biasa bagi saya karena saya bisa memanfaatkan waktu selama perjalanan saya untuk berpikir. Oke, jadi kepercayaan adalah salah satu hal yang diciptakan manusia seperti hal lainnya, pikir saya Dan hal yang benar-benar saya takuti terjadi. Berarti Tuhan adalah ciptaan manusia? Dan jawaban singkat itu menghantui saya selama lima tahun kehidupan saya selanjutnya. Selanjutnya, saya masih tetap memiliki kepercayaan dan masih mempertanyakan ilmu pengetahuan. Menurut saya manusia menciptakan Ilmu pengetahuan, dan manusia diciptakan oleh Tuhan. Berarti Tuhanlah yang menciptakan ilmu pengetahuan. contohanya, jika X=Y dan Y=Z maka X=Z. Dan saya terasa senang dengan fakta tersebut, saya pun mulai mengisi kekosongan yang baru saja tercipta di kepala saya dengan fakta bahwa tanpa Tuhan tidak akan ada manusia apa lagi ilmu pengetahuan, jadi tidak mungkin manusia menciptakan pengetahuan yang menghasilkan Tuhan.

Setelah sampai di rumah, semua pertanyaan dan kebingungan yang mengikuti sepanjang perjalanan saya lenyap seketika. Saya pikir setiap anak dalam usia itu memiliki dua lingkungan yang dapat dipisahkannya dengan sangat baik. Tidak seperti usia dua puluhan ke atas, dimana kita harus menghadapi tuntutan dari pekerjaan dan keluarga yang tidak bisa kita bedakan. Namun setiap kali sebelum tidur dimana otak saya berhenti berpikir mengenai yang lainnya, saya selalu memikirkan tentang evolusi dan Tuhan. Kenapa ada evolusi kalau Tuhan itu sang pencipta? Saya juga tidak bisa memecahkan masalah tersebut di hampir setiap malam saat memikirkannya.

Fakta tentang ilmu pengetahuan dan kepercayaan adalah sebuah hal yang terikat. Bisa kita lihat dari sejarah berbagai ras yang pernah ada bahwa setiap ilmu pengetahuan berkembang karena adanya kepercayaan mengenai adanya Tuhan. Misalkan saja Yunani, negara ini dulunya adalah ras terkemuka yang menemukan berbagai teknologi dan sistem yang kini menjadi dasar bagi budaya barat. Mereka berkembang dari sebuah suku purba yang hidup dalam sebuah ruangan bulat ke bangunan-bangunan yang penuh dengan nilai seni. Dan seni yang menginspirasi mereka datang dari kepercayaan mereka tentang Tuhan. Mereka percaya tentang dewa, dan selalu ingin menyamai kemampuan mereka dengan dewanya. sehingga muncul lah ide untuk membuat istana megah hingga perkembangan kemanusiaan yang pesat. Dan bukan saja di Yunani, bahkan diseluruh dunia perkembangan suatu ras berhubungan dengan perkembangan hubunganannya dengan penciptanya.

Saya terus memikirkan hal ini hingga saat ini. Is God exist? apakah ciptaan manusia bisa membuktikannya? sampai kapanpun jawaban ini tetap misteri.

About Rian Tuanakotta
I have passion to build my hometown

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: